Saksi Mata Melihat Pesawan Jatuh di Gunung Bulusaraung
Reski (20) dan Muslimin (18) menjadi saksi langsung jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Saat itu, keduanya sedang berada di puncak gunung tersebut. Mereka melihat pesawat terbang rendah di depan mereka sebelum akhirnya menghantam lereng gunung dan meledak dengan disertai api.
Menurut Reski, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WITA. Ia menceritakan bahwa pesawat itu tampak seperti dikikis oleh gunung sebelum akhirnya meledak. Ledakan yang terjadi membuat keduanya ketakutan. Jarak antara lokasi ledakan dengan tempat mereka berada hanya sekitar 100 meter. Serpihan-serpihan dari badan pesawat juga terlempar ke arah mereka.
Reski mengaku tidak sempat merekam kejadian secara utuh karena semuanya berlangsung sangat cepat. Setelah ledakan, keduanya menemukan beberapa serpihan pesawat yang memiliki logo Kementerian Kelautan dan Perikanan serta dokumen-dokumen yang ikut terhambur. Mereka memutuskan untuk turun gunung dan kembali ke wilayah Balocci setelah salat Ashar. Meskipun membawa kabar duka, mereka juga membawa bukti-bukti dari tragedi ini.
Rute Penerbangan dan Kronologi Hilang Kontak
Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang hilang kontak adalah pesawat rute Yogyakarta-Makassar. Pesawat tersebut berangkat dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Kejadian hilang kontak terjadi sekitar pukul 04.23 UTC (11.23 WIB) saat pesawat melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21.
Posisi terakhir pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya oleh Air Traffic Control (ATC) Makassar. Lokasi dugaan jatuh pesawat berada di kawasan pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-Leang, Kabupaten Maros. Basarnas telah mendirikan posko pencarian di sekitar lokasi.
Keterlibatan Pegawai KKP dalam Pesawat
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono, mengonfirmasi bahwa ada pegawai KKP yang ikut dalam pesawat ATR 42-500 milik IAT yang dilaporkan hilang kontak. Menurutnya, para pegawai tersebut sedang melakukan misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara atau air surveillance di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia.
Berikut data dari tim air surveillance:
* Ferry Irrawan dengan pangkat Penata Muda Tingkat I, jabatan Analis Kapal Pengawas.
* Deden Mulyana dengan pangkat Penata Muda Tingkat I, jabatan Pengelola Barang Milik Negara.
* Yoga Nauval, jabatan Operator Foto Udara.
Data Awak Pesawat
Dirut PT Indonesia Air Transport, Tri Adi Wibowo, menyebutkan bahwa ada 7 kru yang berada di dalam pesawat, yaitu:
* Capt. Andy Dahananto
* Yudha Mahardika
* Hariadi
* Franky D Tanamal
* Junaidi
* Florencia Lolita
* Esther Aprilita S
Bagikan ke:
