Momen Haru Atalia Praratya Berziarah ke Makam Putra Sulungnya
JAKARTA KOTA – Sebuah momen yang penuh makna dan emosi diungkapkan oleh Anggota DPR RI, Atalia Praratya, dalam unggahan terbarunya di media sosial. Dalam postingan Instagram pada Sabtu (3/1/2026), ia membagikan pengalaman mendalam saat berziarah ke makam putra sulungnya, Emmeril Kahn Mumtadz (Eril).
Atalia, yang akrab disapa Bu Cinta, tampil dengan wajah yang tampak sedih namun penuh harapan. Dalam video singkat tersebut, ia terlihat bersimpuh di depan pusara sang anak, menunjukkan perasaan yang begitu dalam. Air mata mengalir deras dari matanya, mencerminkan kesedihan seorang ibu yang masih merindukan buah hatinya yang telah pergi tiga tahun lalu.
Video ini menjadi bukti bahwa meski ia menjalani kehidupan sebagai seorang politisi, Atalia tetaplah seorang ibu yang membawa luka yang tak pernah benar-benar sembuh. Ia menyampaikan pesan yang penuh makna dalam caption unggahannya, “Ada satu rindu yang tidak pernah pergi, ia tinggal, menetap lalu tumbuh menjadi harapan. Semoga kelak dipertemukan di surga yang sama.”
Isak tangis lembut yang terdengar dalam video tersebut, yaitu ucapan “Aa, mamah rindu,” berhasil menyentuh hati banyak netizen. Ribuan komentar pun muncul di kolom komentar, memberikan dukungan yang tulus kepada Atalia. Banyak netizen yang mengucapkan rasa simpati dan memohon agar ia tetap kuat dalam menghadapi ujian hidup.
Perasaan yang Tersembunyi di Balik Ketegaran
Di balik ketegarannya sebagai anggota legislatif, Atalia menunjukkan sisi lain dari dirinya—seorang ibu yang masih merasakan rindu yang tak kunjung hilang. Unggahan ini menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki cerita yang tidak terlihat dari luar. Meskipun ia selalu tampil percaya diri di depan publik, di balik layar, ia juga manusia biasa yang sedang berjuang untuk melupakan rasa sakit.
Dukungan yang datang dari netizen tidak hanya memberikan kekuatan bagi Atalia, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak orang yang sedang menghadapi masa-masa sulit. Pesan-pesan positif seperti “Kami selalu mendukungmu” atau “Semoga kamu diberi kekuatan oleh Tuhan” menjadi bentuk dukungan yang sangat berarti.
Kepercayaan pada Harapan dan Keberanian
Atalia juga menunjukkan kepercayaannya bahwa suatu hari nanti, ia akan bertemu kembali dengan putranya di surga. Hal ini menunjukkan bahwa ia masih memiliki harapan dan keyakinan bahwa cinta seorang ibu tidak pernah berakhir. Meski rasa sakit masih ada, ia tetap berusaha untuk bangkit dan terus melangkah maju.
Unggahan ini tidak hanya menjadi pengingat bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi para pembaca bahwa kehilangan adalah bagian dari kehidupan. Namun, dengan kekuatan dan harapan, kita bisa terus melanjutkan perjalanan hidup.
Bagikan ke:
