Juara Kelas Welter Menanggapi Hasil Duel Pemecah Rekor di UFC 324
Juara kelas welter, Islam Makhachev, tampaknya tidak bisa menahan diri untuk ikut memberikan komentar mengenai hasil pertandingan antara Justin Gaethje dan Paddy Pimblett dalam ajang UFC 324. Duel yang memperebutkan sabuk interim kelas ringan ini digelar pada hari Minggu (25/1/2026) waktu Indonesia. Meskipun saat ini Makhachev berada di kelas welter, ia memiliki hubungan khusus dengan kelas ringan. Sebelum bergeser ke kelas welter, ia sempat menjadi dominan di divisi tersebut.
Menariknya, Makhachev hanya menyampaikan pesan yang terkesan misterius melalui media sosialnya. Ia menulis, “Apa yang disajikan di piring itu malah jadi hidangan yang tak bisa dimakan.” Pesan ini menimbulkan banyak spekulasi di kalangan penggemar MMA tentang maksud dari pernyataan Makhachev.
Sebelumnya, sensasi besar sempat mengitari nama Paddy Pimblett. Meskipun secara peringkat, petarung asal Inggris ini seharusnya belum layak maju ke duel perebutan gelar. Namun, tiba-tiba namanya dipilih oleh UFC untuk bertarung dalam duel perebutan gelar interim, meskipun ada Arman Tsarukyan yang memiliki peringkat lebih tinggi.
Selain Makhachev, eks petarung UFC, Dustin Poirier juga memberikan tanggapan lewat media sosial. Seperti yang diketahui, duel tersebut akhirnya dimenangi oleh Gaethje melalui perhitungan angka mutlak. Kemenangan ini membuat The Highlight berhak menyabet singgasana interim, di mana dia tinggal menunggu Ilia Topuria menyelesaikan masa cutinya.
Poirier terlihat bangga dengan kemenangan yang diraih oleh Gaethje. Ia menulis, “Selamat datang di liga yang besar, Patrick (Pimblett).” Selanjutnya, ia menambahkan, “Skor 1-0 untuk para legenda.”
Gaethje memang bisa dikatakan sebagai petarung veteran. Jagoan asal Amerika Serikat ini sudah berusia tidak lagi muda, yaitu 37 tahun. Setelah bertarung, Pimblett turut menyematkan label petarung legendaris pada Gaethje. Ia berkata, “Saya ingin pensiun dengan memegang sabuk itu,” ujarnya, dilansir dari transkrip Championat.
“Saya tahu betul bahwa saya adalah petarung yang kuat. Saya tidak perlu membuktikan hal itu kepada orang lain…”
“Saya ingin pensiun membawa sabuk tersebut…. Namun, kalau pun saya kalah, maka orang yang tepat sebagai yang bisa mengalahkan saya adalah Justin.”
“Dia adalah orang yang saya lihat sejak masih kanak-kanak…”
“Hal itu menunjukkan betapa legendaris sosoknya,” imbuh Pimblett.
Tanggapan dari Petarung Lain
Selain Makhachev dan Poirier, beberapa petarung lain juga memberikan pendapat mereka mengenai hasil pertandingan tersebut. Beberapa dari mereka menilai bahwa Gaethje telah membuktikan dirinya sebagai salah satu petarung terbaik di kelas ringan.
Beberapa penggemar MMA juga mulai memprediksi bahwa pertandingan antara Gaethje dan Topuria akan menjadi salah satu pertandingan terbesar di masa depan. Hal ini semakin memperkuat status Gaethje sebagai petarung yang sangat dihormati di dunia MMA.
Pimblett, meski kalah dalam duel tersebut, tetap menunjukkan rasa hormatnya terhadap Gaethje. Ia mengakui bahwa Gaethje adalah petarung yang layak mendapatkan gelar tersebut. Dengan demikian, pertandingan ini tidak hanya menjadi kemenangan bagi Gaethje, tetapi juga menjadi momen penting dalam sejarah UFC.
Bagikan ke:
