Pelantikan 12 Tenaga Ahli di Lingkungan Dewan Pertahanan Nasional
Menteri Pertahanan Republik Indonesia sekaligus Ketua Harian Dewan Pertahanan Nasional (DPN), Sjafrie Sjamsoeddin, resmi melantik 12 orang Tenaga Ahli di lingkungan DPN pada Kamis (15/1/2026). Acara pelantikan tersebut berlangsung di Aula Bhinneka Tunggal Ika, Gedung Jenderal Sudirman Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat. Dalam pelantikan ini, terdapat dua sosok muda yang menarik perhatian, yaitu Frank Alexander Hutapea dan Sabrang Mowo Damar Panuluh.
Frank Alexander Hutapea adalah putra sulung dari pengacara kondang Hotman Paris Hutapea. Ia memiliki latar belakang pendidikan hukum yang kuat setelah menempuh studi di University of Kent, London, dan meraih gelar Legum Baccalaureus (LLB) atau Bachelor of Laws. Selain itu, ia juga pernah bekerja sebagai Associate Trainee di kantor hukum Hadinoto Hadriputranto and Partners selama satu tahun. Saat ini, Frank bekerja sebagai partner di kantor firma hukum milik ayahnya.
Sosok lainnya adalah Sabrang Mowo Damar Panuluh, vokalis band Letto yang lebih dikenal dengan nama Noe Letto. Ia adalah putra budayawan Cak Nun dan merupakan anak sambung dari aktris senior Novia Kolopaking. Sabrang lahir di Yogyakarta pada 10 Juni 1979. Ia menghabiskan masa kecilnya di Lampung sebelum kembali ke Yogyakarta. Sejak duduk di bangku SMP, Sabrang mulai tertarik pada musik melalui kaset Queen yang diberikan pamannya.
Setelah menamatkan SMA di Yogyakarta, Sabrang melanjutkan studi ke University of Alberta, Kanada, tempat ia meraih gelar Bachelor of Science dalam bidang matematika dan fisika. Setelah menyelesaikan studinya, Sabrang aktif di studio KiaiKanjeng, belajar mixing, mastering, dan menulis musik. Bersama teman-temannya, ia membentuk band Letto dan merilis album debut Truth, Cry, and Lie yang meraih double platinum.
Pada 2008, Sabrang mendirikan Pic[k]Lock Productions bersama Dewi Umaya Rachman. Dari rumah produksi ini lahir sejumlah film seperti Minggu Pagi di Victoria Park (2010), RAYYA, Cahaya Di Atas Cahaya (2011), dan Guru Bangsa Tjokroaminoto (2015).
Profil Profesional dan Personal Frank Hutapea
Frank Alexander Hutapea lahir pada tahun 1991. Ia adalah kakak dari Felicia Putri Parisienne Hutapea dan Fritz Paris Junior Hutapea. Dalam hal pendidikan, Frank menempuh studi hukum di University of Kent, London, dan berhasil meraih gelar LLB. Selain itu, ia pernah bekerja sebagai Associate Trainee di kantor hukum Hadinoto Hadriputranto and Partners selama satu tahun, mulai dari April 2013 sampai September 2014.
Setelah bekerja di kantor hukum tersebut, Frank membentuk FRANK Solicitors sejak Desember 2025. Saat ini, ia bekerja sebagai partner di kantor firma hukum milik ayahnya. Selain itu, Frank juga telah resmi menikah dengan sang kekasih, Winona Delany Tandra pada 4 Januari 2025. Winona Delany Tandra pernah menempuh pendidikan di University of Exeter, Inggris, dan lulus dengan gelar Bachelor of Arts di bidang Ekonomi Bisnis. Selama kuliah, ia juga sempat magang di perusahaan UOB Kay Hian di Singapura serta menjadi Senior Analyst di KPMG Indonesia.
Peran dan Tanggung Jawab Tenaga Ahli
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan bahwa pelantikan para tenaga ahli ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperkuat jajaran pemikir di tubuh DPN dalam menghadapi dinamika tantangan global. Para tenaga ahli ini akan mengisi posisi krusial sebagai Tenaga Ahli Utama, Madya, dan Muda pada kedeputian bidang Geoekonomi, Geopolitik, serta Geostrategi.
“Pengangkatan ini merupakan langkah nyata Kemhan dalam mengintegrasikan keahlian akademis dan praktis guna mendukung kelancaran tugas-tugas Dewan Pertahanan Nasional,” ujar Rico saat dikonfirmasi.
Dengan kedua sosok muda ini, DPN RI semakin memperkuat struktur organisasinya dengan menggabungkan berbagai latar belakang profesional dan akademis. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam membangun sistem pertahanan yang lebih tangguh dan adaptif terhadap tantangan global.
Bagikan ke:
