Penjelasan Ketua Harian PSI Mengenai Pernyataan Terkait Gibran dan Prabowo
Ahmad Ali, Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI), memberikan penjelasan terkait pernyataannya yang sempat menimbulkan berbagai tafsir di media sosial. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyatakan bahwa Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka akan menjadi lawan politik dari Presiden Prabowo Subianto dalam Pemilu 2029.
Pernyataan ini disampaikan oleh Ahmad Ali saat menjawab pertanyaan wartawan, Sabtu (24/1/2026). Ia mengungkapkan bahwa jika podcast yang ia sampaikan ditonton secara utuh, maka tidak ada pembahasan tentang menjadikan Gibran sebagai lawan politik Prabowo.
Pembahasan Kepemimpinan Jokowi dan Prabowo
Dalam sebuah forum diskusi, Ahmad Ali menyampaikan bahwa ia konsisten membahas hubungan baik antara Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 RI, Joko “Jokowi” Widodo. Ia juga menyoroti kesinambungan kepemimpinan nasional yang saat ini terlihat melalui duet Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024.
Selain itu, ia menekankan bahwa Gibran memiliki potensi dan kapasitas yang kuat sebagai Wakil Presiden. Menurutnya, Gibran memiliki pengalaman, akar rumput, serta dedikasi kerja yang nyata.
Kapasitas Gibran Sebagai Wakil Presiden
Ahmad Ali juga menekankan bahwa Prabowo tidak mungkin menggandeng Gibran jika tidak melihat potensi dan kecocokan dalam bekerja untuk bangsa. Ia menilai bahwa kehadiran Gibran dalam kepemimpinan nasional mendampingi Prabowo didasarkan atas kapasitas dan potensinya.
“Pak Prabowo tentu tidak akan memilih pendamping yang tidak punya kapasitas. Jika hari ini Mas Gibran mendampingi Beliau, itu karena dinilai mampu dan punya potensi,” ujar mantan Waketum Partai NasDem tersebut.

Fokus Kerja Bukan Spekulasi Politik
Ahmad Ali juga membantah bahwa pembahasan dalam podcast tersebut bertujuan untuk membangun spekulasi politik mengenai Pemilu 2029. Ia menekankan bahwa fokus utamanya adalah pada kinerja pemerintahan ke depan.
“Pak Prabowo ingin bekerja untuk Indonesia. Beliau belum memikirkan 2029. Soal politik ke depan, itu nanti saja kita lihat,” tegas Ahmad Ali.
Ia menegaskan bahwa substansi dari pernyataannya adalah penguatan kerja sama, kesinambungan kepemimpinan, dan fokus pada kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran, bukan membuka ruang spekulasi atau konflik politik.
Harapan PSI kepada Publik
PSI berharap publik dapat melihat pernyataan tokoh politik secara utuh dan proporsional agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berujung pada narasi yang keliru.

Bagikan ke:
