JAKARTA – Istana Kepresidenan akhirnya angkat bicara mengenai gelombang pengunduran diri jajaran Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Melalui Juru Bicara Kantor Staf Presiden (KSP), pemerintah menegaskan bahwa mundurnya Mahendra Siregar dan petinggi lainnya merupakan murni keputusan mandiri sebagai bentuk tanggung jawab profesional, tanpa adanya intervensi atau tekanan politik dari pihak manapun.
Menepis Isu “Pembersihan” Jabatan
Menanggapi spekulasi liar yang beredar di pasar mengenai adanya tekanan dari eksekutif pasca-anjloknya IHSG, Istana memberikan klarifikasi tegas. Pemerintah memandang bahwa dinamika yang terjadi di tubuh OJK adalah respons internal lembaga terhadap tantangan pasar global yang sedang fluktuatif.
“Presiden menghormati keputusan jajaran Dewan Komisioner OJK. Kami tegaskan tidak ada intervensi dari pemerintah. Pengunduran diri massal ini adalah langkah kesatria dari para pimpinan otoritas untuk memberikan ruang bagi penyegaran organisasi di tengah tekanan indeks MSCI,” ujar Juru Bicara KSP dalam konferensi pers di kompleks Istana Negara, Minggu (1/2/2026).
Independensi OJK Tetap Terjaga
Istana menekankan bahwa independensi OJK sebagai lembaga pengawas jasa keuangan tetap dijamin oleh undang-undang. Pemerintah tetap berkomitmen untuk tidak mencampuri urusan teknis maupun manajerial OJK, meskipun dalam situasi krisis pasar modal seperti saat ini.
Langkah Presiden menunjuk Friderica Widyasari Dewi sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Komisioner juga dipastikan sudah sesuai dengan prosedur transisi yang berlaku. Penunjukan tersebut bertujuan untuk menjamin keberlangsungan fungsi pengawasan agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan yang dapat membahayakan stabilitas sistem keuangan.
Fokus pada Stabilitas Nasional
Meski tidak mengintervensi urusan internal OJK, Presiden telah menginstruksikan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk terus memantau dampak krisis bursa terhadap ekonomi riil.
“Fokus Presiden saat ini adalah memastikan gejolak di pasar modal tidak merembet ke sektor perbankan dan daya beli masyarakat. Istana memberikan dukungan penuh kepada Plt pimpinan OJK untuk segera melakukan langkah-langkah luar biasa guna memulihkan kepercayaan investor asing,” tambahnya.
Proses Seleksi Pimpinan Baru
Istana juga memberikan sinyal bahwa proses seleksi pimpinan definitif akan segera disiapkan oleh panitia seleksi (Pansel) dalam waktu dekat. Pemerintah mencari sosok yang memiliki reputasi internasional dan mampu bernegosiasi dengan lembaga pemeringkat global agar Indonesia tidak kehilangan status Emerging Market.
Fakta Utama Pernyataan Istana:
- Bantahan Intervensi: Pengunduran diri pimpinan OJK adalah keputusan pribadi/institusi, bukan atas desakan Istana.
- Jaminan Independensi: Pemerintah menjamin OJK tetap bekerja secara independen sesuai mandat UU.
- Transisi Kepemimpinan: Plt dipilih untuk memastikan kepastian regulasi di masa kritis.
- Dukungan KSSK: Pemerintah fokus pada pencegahan efek domino ke sektor riil.
Bagikan ke:
