Pengakuan mengejutkan muncul terkait dugaan keterlibatan Roby Tremonti dalam kasus child grooming yang dilaporkan oleh Aurelie Moeremans dalam bukunya, Broken Strings. Dugaan ini semakin menghebohkan berbagai platform media sosial setelah sebuah akun X (Twitter) mengungkap percakapan antara Roby dengan seseorang yang diduga menyediakan jasa buzzer.
Beberapa netizen mulai memperhatikan adanya indikasi bahwa Roby melakukan penyewaan buzzer untuk membantah isu yang melibatkannya. Akun @almondmilkhemmo mencatat pesan yang menyebut bahwa Roby disebut “spill” atau bocor informasinya dari buzzer yang ia sewa. Pesan tersebut juga menyampaikan pertanyaan tajam: “Kalau benar-benar tidak bersalah, mengapa harus menyewa buzzer?”
Akun X dengan username @_hanandaaaaa memberikan bukti tangkapan layar percakapan antara Roby dan penyedia buzzer. Dalam percakapan tersebut, Roby tampak berusaha menjaga kehati-hatian dalam berbicara. Ia menulis, “Jangan salah paham yah,” seolah-olah ingin memastikan bahwa tidak ada kesalahpahaman dalam komunikasi tersebut.
Penyedia buzzer itu kemudian merespons dengan menyebutkan nominal pembayaran yang harus dibayar oleh Roby. Ia menulis, “Cuma 450 mas itu nanti ku buatin di Tiktok.” Tampaknya, harga yang ditawarkan cukup murah, tetapi Roby merasa harga tersebut terlalu mahal. Ia menulis, “Lah mahal yah.”
Selanjutnya, Roby meminta bukti hasil pekerjaan dari penyedia buzzer tersebut. Ia meminta tautan dari beberapa akun media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Threads. Ini menunjukkan bahwa Roby ingin memastikan bahwa pekerjaan buzzer tersebut benar-benar dilakukan sesuai harapan.
Sementara itu, Roby telah memberikan pernyataan resmi mengenai isu child grooming yang menimpanya. Dalam pernyataannya, ia tidak hanya membantah klaim tersebut, tetapi juga meminta Aurelie Moeremans untuk mengungkap identitas sosok Bobby yang disebut dalam buku Broken Strings sebagai pelaku child grooming terhadap dirinya.
Beberapa hal yang menjadi perhatian publik adalah:
* Apakah Roby benar-benar menyewa buzzer untuk menggiring opini publik?
* Bagaimana proses komunikasi antara Roby dan penyedia buzzer berlangsung?
* Apakah ada bukti konkret yang bisa mendukung dugaan tersebut?
Banyak pengguna media sosial mulai mempertanyakan transparansi dan etika dalam pengelolaan reputasi publik. Mereka juga meminta agar semua pihak bersikap jujur dan tidak menyembunyikan fakta yang relevan.
Dengan situasi ini, masyarakat tetap menantikan klarifikasi lebih lanjut dari Roby dan pihak terkait lainnya. Kita tunggu saja bagaimana perkembangan selanjutnya.
Bagikan ke:
