Foto: Arsip kegiatan SMASKA Kokap
Kulon Progo, adikarto.com — Sebanyak lebih dari 50 siswa dari SMASKA (SMA Satu Kokap) mengikuti kegiatan hiking edukatif yang dimulai dari kawasan Goa Kalilingseng hingga kembali ke lingkungan sekolah, Sabtu (7/2/2026).
Kegiatan ini melibatkan pengelola Goa Kalilingseng, Komunitas Penggerak Kalilingseng (KPK), serta pembina Pramuka sebagai bagian dari pembelajaran lapangan berbasis alam dan sejarah lokal.
Selain dirancang sebagai pembelajaran lapangan, kegiatan ini juga menggabungkan aktivitas fisik, pengenalan geologi, serta edukasi sejarah pertambangan di Kulon Progo.
Goa Kalilingseng merupakan bekas area pertambangan batu mangan yang kini tengah dikembangkan menjadi kawasan wisata edukatif dan geologi. Sejumlah perguruan tinggi nasional telah memanfaatkan lokasi ini untuk kegiatan ilmiah dan penelitian lapangan.
Selama acara hiking, para siswa menerima pemaparan tentang sejarah kawasan, karakteristik batuan, dan potensi lokasi sebagai pembelajaran luar ruang yang bisa dilanjutkan di tingkat perguruan tinggi.
Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan bibit pohon secara simbolis dari pihak sekolah kepada pengelola Goa Kalilingseng sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian lingkungan.
Ketua Komunitas Penggerak Kalilingseng (KPK), Sudi, menjelaskan bahwa temuan batuan dengan karakteristik lingkungan laut di dalam Goa Kalilingseng tidak berdiri sendiri, hal tersebut diperkuat oleh hasil pengamatan dan kegiatan lapangan yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
“Indikasi bahwa kawasan ini dulunya merupakan dasar laut diperkuat dari temuan batuan laut di dalam gua, yang kemudian juga dikaji dalam beberapa kegiatan mahasiswa dan penelitian lapangan. Dari situ terlihat bahwa Kalilingseng menyimpan rekam jejak proses geologi yang panjang,” ujar Sudi.
Ia menambahkan, Goa Kalilingseng dalam beberapa tahun terakhir kerap dimanfaatkan sebagai lokasi praktik lapangan, observasi, dan kegiatan edukatif oleh mahasiswa dari berbagai institusi pendidikan tinggi.
Selain mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta dan Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY), kegiatan serupa juga pernah melibatkan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi lain, antara lain Fakultas Kedokteran UGM, Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung, Institut Teknologi Yogyakarta (ITY), serta Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS).
Menurutnya, keterlibatan berbagai institusi tersebut menunjukkan bahwa selain Goa Kalilingseng diminati oleh bidang pertambangan dan kebumian, juga terbuka untuk kolaborasi lintas disiplin dalam konteks pendidikan lapangan dan pengenalan lingkungan geologi.
Kegiatan mahasiswa tersebut meliputi observasi batuan, pengenalan lorong bekas tambang, hingga pembelajaran langsung mengenai lingkungan pertambangan bawah tanah, yang kemudian memperkuat posisi Goa Kalilingseng sebagai kawasan dengan nilai ilmiah, sejarah, dan edukatif yang relevan untuk pembelajaran lintas jenjang.
Kawasan Goa Kalilingseng sendiri termasuk dalam jaringan geodiversity yang diakui di Kabupaten Kulon Progo, wilayah yang memiliki banyak situs geologi dan geoheritage yang dinilai penting untuk pelestarian dan pendidikan kebumian.
Kegiatan hiking edukatif yang digelar SMASKA Kokap ini menjadi kegiatan pembelajaran lapangan pertama yang dilakukan oleh sekolah menengah atas di kawasan Goa Kalilingseng. Inisiatif tersebut dinilai membuka peluang pemanfaatan Kalilingseng sebagai lokasi wisata edukatif berbasis geologi dan sejarah lokal.
Kegiatan hiking edukatif SMASKA Kokap merupakan salah satu inisiatif sekolah menengah atas yang menggabungkan pembelajaran kurikulum dengan pengalaman lapangan nyata.
Pihak sekolah menyatakan bahwa pengalaman semacam ini dimaksudkan untuk memperluas pemahaman siswa terhadap materi geografi, sejarah industri pertambangan, serta pentingnya pelestarian lingkungan dalam konteks nyata.
Bagikan ke:

1 thought on “SMASKA Kokap Jadi SMA Pertama Gelar Hiking Edukatif di Goa Kalilingseng, Libatkan KPK dan Warga”