Capaian Kinerja Polri dalam Pemberantasan Narkoba Tahun 2025
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan capaian kinerja Polri selama tahun 2025, khususnya dalam pemberantasan narkoba. Ia menyebut bahwa Polri berhasil membongkar sebanyak 48.417 kasus narkoba dengan total barang bukti (BB) seberat 590 ton senilai Rp41 triliun. Dalam laporan tersebut, ia juga menyampaikan bahwa selama tahun ini, Polri menangkap 64.046 tersangka, di mana sebanyak 13.880 di antaranya dinyatakan sebagai tersangka, dan 9.480 kasus telah direhabilitasi.
“Kami mengamankan 590 ton BB senilai Rp41 triliun, dan apabila ini beredar kepada masyarakat, ini bisa menyelamatkan 1,79 miliar jiwa,” ujar Listyo dalam rapat bersama Komisi III DPR RI, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Dalam upaya pemberantasan narkoba, Polri memiliki lima program utama yang mencakup pengungkapan tindak pidana narkoba jaringan nasional maupun internasional. Selain itu, pihaknya juga fokus pada pengawasan pintu masuk, transformasi kampung narkoba menjadi kampung bebas narkoba, serta pengungkapan tindak pidana kesehatan.
“Kami membagi kebijakan ini menjadi jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Ini semua kita lakukan agar penanganan dan roadmap pemberantasan narkoba betul-betul bisa berjalan optimal,” tambahnya.
Transformasi Kampung Narkoba Menjadi Kampung Bebas Narkoba
Salah satu fokus utama Polri adalah transformasi kampung narkoba menjadi kampung bebas narkoba. Saat ini, terdapat 228 kampung narkoba yang sedang dalam proses transformasi, dengan target akhir sebanyak 118 kampung bebas dari narkoba.
“Dalam kegiatan ini kami perlu melibatkan berbagai elemen masyarakat, baik yang ada di desa tersebut, kemudian oemda, dan seluruh elemen lain sehingga transformasi kampung narkoba menjadi kampung bebas narkoba ini betul-betul bisa berjalan,” ujarnya.
Strategi Jangka Panjang dalam Pemberantasan Narkoba
Polri terus meningkatkan strategi dalam pemberantasan narkoba dengan menggandeng berbagai pihak, termasuk masyarakat setempat, lembaga swadaya masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa upaya pencegahan dan rehabilitasi dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.
Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:
* Pengembangan sistem monitoring dan pelacakan jalur peredaran narkoba.
* Peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam bidang penyidikan dan penyelidikan narkoba.
* Penguatan kerja sama dengan instansi terkait, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Peran Masyarakat dalam Pemberantasan Narkoba
Kapolri menegaskan bahwa keberhasilan dalam pemberantasan narkoba tidak hanya bergantung pada tindakan hukum, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat. Ia menyarankan agar masyarakat lebih waspada terhadap bahaya narkoba dan aktif dalam memberikan informasi serta dukungan terhadap program pencegahan.
Selain itu, Polri juga gencar melakukan sosialisasi tentang dampak negatif narkoba melalui berbagai media dan kegiatan komunitas. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat dan bebas dari narkoba.
Bagikan ke:
