Krisis Daya Tahan Kognitif dan Ancaman Algoritma Durasi Pendek terhadap Nalar Kritis Publik
OPINI, — Layar gawai masa kini menuntut mata terus bergerak tanpa henti dari satu klip ke klip berikutnya. Ritme cepat ini perlahan menggeser kemampuan pembaca dalam mencerna kalimat panjang yang sarat makna. Masyarakat kini terbiasa mengonsumsi informasi yang dipadatkan secara ekstrem dalam hitungan detik. Kebiasaan baru tersebut memicu kegelisahan mendalam mengenai masa depan daya tahan membaca dan kejernihan berpikir publik. Kemunduran literasi kontemporer tidak dipicu oleh hilangnya minat belajar, melainkan oleh restrukturisasi neurologis akibat format media durasi pendek. Paparan video berdurasi belasan detik secara sistematis merusak kapasitas berpikir dialektis yang dibutuhkan untuk memecahkan persoalan dunia nyata. Perubahan ini bukan sebatas…
