Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada hari Sabtu merilis foto Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang dikabarkan diculik oleh pasukan AS saat berada di atas kapal perang USS Iwo Jima. Dalam foto tersebut, yang diunggah Trump di platform Truth Social miliknya, Maduro terlihat mengenakan setelan olahraga, matanya ditutup dan headphone terpasang di telinganya.
Kemungkinan besar tindakan ini dilakukan agar Maduro tidak mengetahui posisi atau situasi sekitarnya. Seorang pria dengan jaket berlogo Badan Narkotika AS (DEA) terlihat berada di dekatnya saat Maduro tampak sedang minum dari botol air.
Pemerintah Venezuela sebelumnya menyatakan bahwa mereka tidak mengetahui keberadaan Maduro dan meminta AS untuk memberikan bukti bahwa sang presiden dalam kondisi baik.
Sebelumnya pada hari yang sama, Trump mengumumkan bahwa pasukannya telah melancarkan operasi militer skala besar di Venezuela. Menurut dokumen pengadilan yang dirujuk oleh Sputnik dan dikutip Antara, Maduro terancam hukuman empat kali penjara seumur hidup dalam dakwaan pidana yang diajukan di Amerika Serikat. Jaksa Agung AS Pamela Bondi menyatakan bahwa Maduro dan istrinya, Cilia Flores, akan segera menjalani persidangan di Pengadilan Distrik Selatan New York.
Pada Maret 2020, Maduro dan sejumlah pihak yang diduga bersekongkol dengannya didakwa dalam empat perkara. Dakwaan itu mencakup konspirasi terkait narkoterorisme, penyelundupan kokain ke AS, penggunaan dan kepemilikan senapan mesin serta alat peledak dalam kegiatan narkoterorisme. Selain itu, Maduro juga didakwa bersekongkol memiliki dan menggunakan senjata serta alat peledak tersebut. Setiap dakwaan memiliki hukuman maksimal penjara seumur hidup.
Pada hari yang sama, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pasukannya telah melancarkan serangan skala besar ke Venezuela. Trump juga mengumumkan bahwa Maduro dan istrinya telah diculik dan dibawa keluar dari Venezuela.
Namun, dakwaan narkoba terhadap Maduro membuat marah banyak pihak. Alasannya, Trump pada 16 Desember lalu mengampuni mantan presiden Honduras Juan Orlando Hernández, yang sebelumnya telah divonis bersalah di pengadilan AS atas tuduhan perdagangan narkoba serupa.
Perang narkoba Trump memang sensasional, tetapi tidak selalu memprioritaskan jalur masuk narkoba ke Amerika Serikat. AS menangkap Maduro dalam semalam setelah berminggu-minggu tekanan diplomatik dan militer, mengirimkan armada besar di lepas pantai Venezuela dan berulang kali menenggelamkan kapal-kapal yang diduga membawa narkoba di dekat perairannya.
Venezuela adalah titik transit untuk kokain yang menuju AS, meskipun Badan Narkotika AS (DEA) mengatakan sebagian besar masuk melalui Meksiko. Sebagian besar kokain yang mencapai AS dibudidayakan di Kolombia, tetangga Venezuela.
Venezuela bukanlah sumber fentanyl yang signifikan, meskipun Trump juga mengklaim menargetkan pengiriman fentanyl. Rantai pasokan fentanyl biasanya mengalir dari Tiongkok, melalui Meksiko, ke AS.
Dakwaan terhadap Maduro tidak menyebutkan fentanyl, meskipun Trump telah menyatakannya secara terbuka. Perang melawan narkoba AS terhadap Venezuela disinyalir bukan tentang narkoba, tetapi tentang ideologi.
Maduro telah berselisih dengan AS dan Trump secara pribadi selama satu dekade.
Bagikan ke:
