Komitmen Pemerintah dalam Memperbaiki Iklim Bisnis
Pemerintah menunjukkan komitmennya untuk memperbaiki iklim bisnis di dalam negeri. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan memperkuat nilai tukar rupiah. Dalam hal ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa pemerintah berusaha melakukan sinkronisasi data, aturan, dan fakta yang ada di lapangan.
Selama ini, banyak pihak menganggap bahwa sejumlah regulasi menghambat investasi. Oleh karena itu, diperlukan revisi terhadap aturan tersebut. Namun setelah dilakukan pengecekan internal oleh Kementerian Keuangan dan kementerian lainnya, sebagian besar regulasi dan insentif, termasuk untuk impor bahan baku, dinilai sudah cukup memadai.
Untuk mendorong perbaikan lebih lanjut, pemerintah membentuk tim khusus bernama task force debottlenecking. Tim ini bertugas untuk menghilangkan hambatan-hambatan yang ada dalam dunia usaha.
“Saya yakin jika selama setahun ini kami menjalankannya secara terus-menerus dengan pertemuan setiap minggu, akhir tahun saya akan bisa menghilangkan hampir semua debottlenecking yang ada di dunia bisnis kita,” ujar Purbaya pada Kamis (12/2/2026).
Dengan langkah-langkah ini, Purbaya optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi akan semakin cepat, serta investasi akan masuk ke berbagai sektor, mulai dari pasar modal hingga foreign direct investment (FDI). Hal ini diharapkan dapat mendorong penguatan rupiah.
Target Pertumbuhan Ekonomi dan Fokus pada Sektor Elektronik
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 8% dalam lima tahun ke depan. Untuk mencapai target ini, pemerintah akan mendorong produktivitas nasional melalui penguatan industri dan penyiapan tenaga kerja yang kompeten.
Salah satu sektor yang menjadi fokus adalah sektor elektronik. Hingga kuartal IV-2025, sektor ini telah berkontribusi sekitar 1,6% terhadap total PDB nasional, dengan pertumbuhan 4,13% secara tahunan.
Airlangga menekankan bahwa pemerintah akan mendorong inovasi, memperluas keterlibatan sektor elektronik dalam global value chain (GVC), serta meningkatkan standar ketenagakerjaan dan tata kelola industri.
Dukungan dari Mantan Menteri Keuangan
Upaya perbaikan iklim bisnis ini juga mendapat dukungan dari mantan Menteri Keuangan Chatib Basri. Ia menegaskan bahwa kemudahan perizinan dan investasi harus dipercepat. Menurutnya, deregulasi ekonomi akan membantu industri manufaktur, menciptakan lapangan kerja formal yang layak, dan meningkatkan permintaan.
Jika permintaan meningkat, kebijakan moneter yang ditempuh Bank Indonesia diyakini akan memberi efek positif terhadap perekonomian. Dengan demikian, langkah-langkah yang diambil pemerintah diharapkan dapat menciptakan lingkungan bisnis yang lebih baik dan berkelanjutan.
Bagikan ke:
