Isu Perombakan Kabinet Merah Putih yang Mengemuka
Kabar tentang perombakan Kabinet Merah Putih kembali muncul setelah Presiden Prabowo Subianto menggelar retret bersama para menteri di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada awal Januari 2026 lalu. Namun, beberapa pengamat menilai isu ini tidak jelas dan tidak memiliki dasar yang kuat.
Menurut Adi Prayitno, seorang pengamat politik, isu reshuffle saat ini terasa gelap gulita karena tidak ada tanda-tanda bahwa Presiden Prabowo akan melakukan perombakan dalam waktu dekat. Bahkan, belakangan ini, Prabowo justru memberikan apresiasi positif terhadap kinerja para menterinya.
“Yang jadi ramai itu karena isu reshuffle kali ini terkesan mendadak karena pada saat bersamaan beberapa waktu lalu presiden mengapresiasi kinerja menterinya yang total bekerja,” ujarnya. Ia juga menyebutkan bahwa sumber isu tersebut tidak jelas asalnya.
Meskipun begitu, Adi menilai reshuffle wajar dilakukan sebagai bentuk evaluasi terhadap pemerintahan. Ia juga menyentuh adanya dinamika politik di balik isu reshuffle. Menurutnya, beberapa menteri sempat berkunjung ke kediaman mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Kota Solo, Jawa Tengah, serta rumah Prabowo di Kertanegara, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
Adi menjelaskan bahwa setelah setahun pemerintahan Prabowo-Gibran, banyak desakan publik agar menteri yang kerjanya buruk segera diganti untuk mengakselerasi kinerja pemerintah. Ia juga menyebutkan bahwa publik sering menyebut nama-nama menteri yang menjadi sorotan di berbagai media.
Empat Klaster yang Berpotensi Terkena Reshuffle
Di sisi lain, Agung Baskoro, Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, menyebutkan bahwa empat klaster menteri di kabinet Prabowo terancam kena reshuffle. Klaster pertama adalah menteri yang menangani kebijakan yang berkaitan langsung dengan rakyat. Menteri-menteri yang menangani program-program seperti Makanan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, Cek Kesehatan Gratis, dan lainnya, rentan di-reshuffle bila target kualitas program tak terpenuhi.
Klaster kedua adalah menteri di sektor ekonomi. Situasi ekonomi saat ini menuntut penguatan daya beli masyarakat hingga stabilitas harga bahan pokok. Sehingga, sektor ekonomi menjadi perhatian utama publik dan pemerintah.
Ketiga, adalah menteri yang berasal dari kalangan profesional, namun kinerjanya biasa saja. Menteri-menteri yang berasal dari profesional dan kinerja biasa atau malah tak maksimal juga beresiko diganti.
Klaster keempat adalah menteri yang berasal dari partai politik (parpol). Meski menteri dari parpol bisa terkena reshuffle, Agung menilai mereka tidak akan keluar dari lingkaran kementerian, meski di-reshuffle.
Daftar Reshuffle Kabinet Merah Putih
Untuk diketahui, Presiden Prabowo sudah melakukan empat kali perombakan kabinet sejak menjabat sebagai Presiden. Pada akhir 2025, Presiden Prabowo telah melakukan beberapa reshuffle besar di kabinetnya, termasuk pengangkatan 11 pejabat baru yang melibatkan posisi menteri, wakil menteri, dan kepala lembaga negara.
Berikut daftar reshuffle yang dilakukan Prabowo sejak menjabat sebagai Presiden:
1) 19 Februari 2025
Prabowo melakukan perombakan pertama Kabinet Merah Putih pada 19 Februari 2025.
– Brian Yuliarto sebagai Mendiktisaintek mengganti Satryo Brodjonegoro
– Muhammad Yusuf Ateh diangkat sebagai Kepala BPKP
– Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BPKP
– Amalia Adininggar Widyasanti dan Sonny Harry Budiutomo Harmadi dilantik sebagai Kepala dan Wakil Kepala BPS.
– Nugroho Sulistyo Budi sebagai Kepala BSSN
2) 8 September 2025
Presiden Prabowo melakukan reshuffle besar di lima kementerian strategis pada September 2025.
– Purbaya Yudhi Sadewa menggantikan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan
– Mukhtarudin menggantikan Abdul Kadir Karding sebagai Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia
– Ferry Joko Yuliantono menggantikan Budi Arie Setiadi sebagai Menteri Koperasi
– Mochamad Irfan Yusuf dilantik menjadi Menteri Haji dan Umrah
– Dahnil Anzar Simanjuntak dilantik menjadi Wakil Menteri Haji dan Umrah
– Budi Gunawan dicopot sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam)
– Dito Ariotedjo dicopot sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora)
3) 17 September 2025
Pada bulan September 2025, Prabowo kembali melantik sejumlah nama.
– Djamari Chaniago menggantikan Budi Gunawan sebagai Menko Polkam
– Erick Thohir menggantikan Dito Ariotedjo sebagai Menpora
– Afriansyah Noor dilantik sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan
– Rohmat Marzuki dilantik sebagai Wakil Menteri Kehutanan
– Farida Farichah dilantik sebagai Wakil Menteri Koperasi
– Angga Raka Prabowo menggantikan Hasan Nasbi sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah
– Muhammad Qodari menggantikan AM Putranto sebagai Kepala Staf Kepresidenan
– Ahmad Dofiri dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, dan Reformasi Kepolisian
– Nanik Sudaryati Deyang dan Sonny Sanjaya dilantik sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional
– Sarah Sadiqa dilantik sebagai Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)
4) 8 Oktober 2025
Pada 8 Oktober 2025, Prabowo melantik sejumlah pejabat di Istana Kepresidenan.
– Akhmad Wiyagus dilantik sebagai Wamendagri
– Benyamin Paulus Octavianus dilantik sebagai Wamenkes
– Dirgayuza Setiawan dilantik sebagai Asisten khusus presiden bidang komunikasi dan analisa kebijakan
– Agung Gumilar Saputra dilantik sebagai Asisten khusus presiden bidang analisa data strategis.
– Dony Oskaria dilantik sebagai Kepala Badan Pengaturan BUMN
– Aminudin Maruf dilantik sebagai Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN
– Teddy Barata dilantik sebagai Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN.
Bagikan ke:
