Rupiah Melemah di Awal Tahun 2026
Pada perdagangan awal tahun 2026, nilai tukar rupiah di pasar spot mengalami penurunan. Berdasarkan data dari Bloomberg, rupiah dibuka pada level Rp16.702 per dolar Amerika Serikat. Pergerakan ini menunjukkan bahwa rupiah melemah sebesar 15 poin atau 0,09 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya.
Pergerakan Mata Uang di Asia
Pergerakan mata uang di kawasan Asia terlihat beragam. Berdasarkan data dari Bloomberg, beberapa mata uang utama di Asia mengalami penguatan, sementara yang lain mengalami pelemahan. Beberapa di antaranya adalah:
- Bath Thailand menguat sebesar 0,15 persen
- Yuan China menguat sebesar 0,10 persen
- Ringgit Malaysia menguat sebesar 0,06 persen
- Dolar Singapura menguat sebesar 0,09 persen
- Yen Jepang menguat sebesar 0,08 persen
- Rupee India melemah sebesar 0,10 persen
- Pesso Filipina melemah sebesar 0,03 persen
Prediksi Pergerakan Rupiah Hari Ini
Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, memprediksi bahwa rupiah akan mengalami konsolidasi dalam beberapa waktu mendatang. Hal ini disebabkan oleh minimnya data ekonomi dan kurangnya event penting yang dapat memengaruhi pasar, terutama menjelang libur akhir tahun.
“Rupiah akan bergerak datar atau alami konsolidasi,” kata Lukman.
Rentang Pergerakan Rupiah
Lukman juga memperkirakan bahwa rupiah akan bergerak dalam kisaran antara Rp16.600 hingga Rp16.750 per dolar AS. Jika Bank Indonesia melakukan intervensi, hal ini bisa memberikan dorongan positif bagi rupiah untuk menguat. Intervensi dari Bank Indonesia dapat memberikan keyakinan kepada pasar dan mengurangi spekulasi yang cenderung terjadi ketika pasar sedang sepi. Langkah ini bisa menstabilkan pergerakan rupiah dan memberi dorongan positif, yang pada gilirannya akan memperkuat posisi rupiah terhadap dolar AS.
“Pasar pun memperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran 16.600 hingga 16.750 per dolar AS, dengan asumsi tidak ada faktor eksternal besar yang dapat mengganggu pergerakan mata uang,” ujar Lukman.
Bagikan ke:
