JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menunjukkan dukungan penuh terhadap target pemerintah dalam penyediaan 15.000 Hunian Danantara (Huntara) bagi masyarakat yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk menyediakan tempat tinggal yang layak dan bermartabat bagi para korban bencana sebagai bentuk nyata kehadiran negara.
Salah satu bentuk kontribusi BNI adalah partisipasi dalam pembangunan Huntara di Kabupaten Aceh Tamiang. Pada tahap pertama, dari total 600 unit yang dibangun di wilayah tersebut, BNI berkontribusi sekitar 20 persen atau sebanyak 120 unit hunian.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani, COO Danantara Indonesia Dony Oskaria, serta Managing Director Stakeholder Management Danantara Indonesia Rohan Hafas melakukan peninjauan langsung kesiapan Hunian Danantara untuk segera dihuni oleh masyarakat terdampak bencana pada Kamis, 1 Januari 2026. Peninjauan ini juga dihadiri pimpinan perusahaan BUMN yang terlibat dalam pembangunan Hunian Danantara, termasuk Direktur Information Technology BNI Toto Prasetio.
Dalam arahannya di lokasi, Presiden Prabowo menegaskan bahwa percepatan pembangunan Huntara merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi dan membantu rakyat yang terdampak bencana. Ia menekankan pentingnya sinergi antar BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia agar penanganan pascabencana dapat berjalan cepat, efektif, dan terintegrasi.
Presiden juga mengapresiasi pembangunan Huntara yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Menurutnya, kerja cepat ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memastikan masyarakat terdampak segera mendapatkan tempat tinggal yang layak.
Selain hunian, Presiden Prabowo menekankan pentingnya percepatan pemulihan layanan dasar bagi masyarakat terdampak, termasuk fungsi sekolah, puskesmas, dan rumah sakit agar dapat segera kembali beroperasi.
“Saya juga minta perhatian bahwa kalau bisa sekolah-sekolah juga diperhatikan, sama puskesmas dan rumah sakit supaya bisa berfungsi secepatnya kembali,” tegas Prabowo.
Sebelumnya, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani melaporkan bahwa pembangunan Hunian Danantara di Aceh Tamiang telah memasuki tahap akhir dan siap diserahterimakan kepada pemerintah daerah. Penyerahan tahap pertama sebanyak 600 unit Hunian Danantara dijadwalkan pada 8 Januari 2026.
Selain unit hunian, kawasan Hunian Danantara juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, antara lain taman bermain, jaringan WiFi, musala, fasilitas umum, serta kamar mandi dan sanitasi.
“Target pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang telah ditetapkan sejak awal, dan capaian hingga 1 Januari 2026 menunjukkan komitmen kuat seluruh pihak untuk menepatinya. BUMN bergerak cepat di lapangan dalam kondisi yang tidak mudah untuk memastikan masyarakat segera mendapatkan hunian yang layak,” ujar Rosan.
Rosan menambahkan, dalam tiga bulan ke depan Danantara menargetkan penyelesaian total 15.000 unit Hunian Danantara yang tersebar di tiga provinsi, yakni sekitar 12.000 unit di Aceh, sekitar 2.000 unit di Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah, serta sekitar 500 unit di Sumatra Barat.
Pada kesempatan yang sama, COO Danantara Indonesia Dony Oskaria menyoroti disiplin eksekusi dan intensitas kerja BUMN dalam mengejar target waktu yang ketat.
“Pembangunan Rumah Hunian Danantara dilakukan dalam rentang waktu yang sangat terbatas. BUMN bekerja dengan intensitas tinggi, mulai dari percepatan konstruksi, pengadaan material, hingga pengawasan mutu secara simultan agar target tercapai sebelum awal tahun,” jelas Dony.
Terpisah, Direktur Information Technology BNI Toto Prasetio mengatakan keterlibatan BNI dalam pembangunan Huntara merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam mendukung percepatan penanganan pascabencana agar masyarakat terdampak dapat segera memperoleh tempat tinggal yang layak, aman, dan humanis.
Dia menjelaskan, kontribusi BNI merupakan bagian dari sinergi Keluarga Besar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui program BUMN Peduli Satu Hati untuk Sumatera di bawah koordinasi Danantara Indonesia, yang diarahkan untuk memastikan bantuan kemanusiaan tersalurkan secara cepat, terukur, dan tepat sasaran.
Pembangunan Hunian Danantara di Aceh Tamiang dilaksanakan melalui kolaborasi BUMN karya yang dikoordinasikan oleh PT Hutama Karya (Persero) sebagai koordinator pelaksana. Lokasi pembangunan berada di Jalan Banda Aceh–Medan, Kebun Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.
“Dukungan BNI tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik hunian, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak agar dapat bangkit secara bertahap,” kata Toto.
Ke depan, BNI menegaskan akan terus melakukan pendampingan seiring proses pembangunan Hunian Danantara dan tahapan pemulihan pascabencana, guna memastikan rehabilitasi berjalan secara terintegrasi, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak.
Bagikan ke:
