Kegiatan Bersih-bersih di Bantaran Kali Code
Ratusan kader PDI Perjuangan Kota Yogyakarta bersama elemen masyarakat tampak berkumpul di bantaran Kali Code, Prawirodirjan, pada Minggu (25/1/26) pagi. Mereka melakukan aksi pembersihan sungai sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan dan memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga alam.
Ketua DPP PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo, hadir di tengah-tengah massa dan langsung terjun ke tepi sungai untuk menyisir berbagai jenis sampah yang terbawa arus. Ia menekankan bahwa masalah sampah bukan hanya sekadar isu lingkungan biasa, tetapi merupakan masalah krusial yang harus diselesaikan secara menyeluruh.
Menurut Ganjar, persoalan sampah telah menjadi pembahasan serius di tingkat pusat. Ia mengatakan bahwa isu ini sangat penting dan perlu diperhatikan oleh seluruh daerah, termasuk Yogyakarta.
“Ada PR besar di Indonesia, tidak hanya di Yogya, soal sampah. Begitu pentingnya isu ini, kita bawa ke rapat DPP, dan bicara dengan Bu Mega, bahwa daerah harus menyelesaikan ini,” ujarnya.
Masalah Pertama di Kota Yogyakarta
Ganjar menjelaskan bahwa berdasarkan desain awal sebelum Pilkada 2024 lalu, isu sampah menduduki peringkat pertama masalah di Kota Yogyakarta yang harus segera ditangani. Ia mengapresiasi kolaborasi antara kader partai dan masyarakat dalam aksi kali ini, sembari merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
Ia menyarankan agar gerakan seperti “Sat Set” dilakukan secara rutin. Menurutnya, setiap minggu satu kegiatan bisa dilakukan, tanpa perlu ramai-ramai, cukup dengan langkah sederhana.
“Kalau masyarakat ketularan ikut terlibat, itu bagus. Edukasi bisa lewat banyak cara. Saya senang kawan-kawan di seluruh Indonesia mulai gerak, menanam pohon, bersih-bersih,” katanya.
Kantong Plastik di Sungai
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, menyampaikan keprihatinan saat melihat masih banyaknya kantong plastik berisi sampah yang menyangkut di aliran sungai. Ia memastikan bahwa aksi semacam ini tidak akan berhenti di sini, melainkan menjadi agenda rutin partai untuk memicu kesadaran warga sekitar bantaran.
“Ternyata masih banyak sampah di sungai. Artinya, ada PR keseriusan dari Pemda DIY, bekerja sama dengan BBWSO, untuk terus mengedukasi masyarakat agar tidak buang sampah ke sungai,” ujarnya.
Peran Wakil Wali Kota Yogyakarta
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menyebut gerakan ini sebagai contoh nyata bagi warga masyarakat untuk menjaga keseimbangan alam. Ia menilai bahwa jika kondisi sungai tetap bersih, aliran Kali Code yang melintasi Kota Yogyakarta memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih jauh.
“Harapannya, Kali Code yang menjadi pusat aktivitas masyarakat bisa tetap bersih dan indah. Gerakan ini harus memberi contoh pada masyarakat sekitar untuk peduli menjaga sungainya,” tuturnya.
Kesimpulan
Aksi pembersihan sungai di bantaran Kali Code tidak hanya menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat. Dengan partisipasi aktif dari kader partai dan elemen masyarakat, diharapkan dapat menciptakan perubahan positif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian alam.
Bagikan ke:
