JAKARTA — Pemerintah menetapkan anggaran pendidikan sebesar Rp223,5 triliun dalam Rincian Anggaran Pendidikan pada Lampiran VI Peraturan Presiden (Perpres) No.118/2025 tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2026. Anggaran ini mencakup hampir separuh dari total anggaran pendidikan yang bersumber dari pemerintah pusat sebesar Rp470,4 triliun.
Dalam rincian tersebut, pagu anggaran pendidikan melalui belanja pemerintah pusat ditetapkan sebesar Rp470,4 triliun. Anggaran ini tersebar di 23 kementerian/lembaga. Alokasi terbesar diberikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) yang menyelenggarakan program Makan Bergizi Gratis (MBG). BGN menerima alokasi anggaran pendidikan sebesar Rp223,5 triliun.
Pembiayaan ke BGN jauh lebih besar dibandingkan dengan alokasi ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Rp56,6 triliun), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Rp61,8 triliun), maupun Kementerian Agama (Rp75,6 triliun).
Program MBG Diluncurkan Sejak 2025
Presiden Joko Widodo, atau lebih dikenal sebagai Prabowo Subianto, memperkenalkan program MBG saat berpidato di World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss, pada hari ini, Kamis (22/1/2026). Program ini dirancang untuk memberikan makanan bergizi gratis kepada ibu hamil, menyusui, balita, dan seluruh anak-anak di Indonesia.
Program MBG diluncurkan pada Januari 2025. Awalnya, hanya 190 dapur yang beroperasi, melayani 570.000 penerima manfaat per hari. Dalam waktu satu tahun, jumlah dapur MBG meningkat menjadi 21.100.
Presiden menjelaskan bahwa hingga semalam, program ini telah memberikan 59,8 juta porsi makanan kepada 59,8 juta anak-anak, ibu, dan lansia.
Capaian MBG Dibandingkan McDonald’s
Prabowo juga membandingkan capaian MBG dengan produksi makanan di perusahaan waralaba asal Amerika Serikat, McDonald’s. Ia mengatakan, McDonald’s mampu memproduksi 68 juta porsi makanan setiap hari. Namun, pencapaian ini diraih dalam kurun waktu 55 dekade.
“Sebagai perbandingan, saya rasa McDonald’s memulai dapur pertamanya pada 1940. Untuk mencapai 68 juta, mereka membutuhkan waktu 55 dekade lebih lama,” ujar Prabowo.
Presiden menargetkan MBG dapat memproduksi 82,9 juta porsi makanan setiap harinya pada tahun ini. Jika target tercapai, maka produksi MBG akan melampaui McDonald’s.
Visi Masa Depan MBG
Program MBG tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas hidup generasi muda Indonesia. Dengan pengembangan infrastruktur dan peningkatan kapasitas dapur, MBG diharapkan bisa menjadi contoh sukses dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan kesehatan dan pendidikan.
Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menghadapi tantangan global seperti kemiskinan dan ketimpangan. Dengan adanya MBG, diharapkan masyarakat Indonesia dapat tumbuh sehat dan berkualitas, sehingga mampu berkontribusi secara signifikan bagi pembangunan nasional.
Bagikan ke:
