Penataan Kota Sorong Menuju Smart City
Pemerintah Kota (Pemkot) Sorong sedang melakukan penataan kota secara menyeluruh dalam rangka menuju kota modern yang berbasis smart city. Salah satu fokus utama dari pembangunan jangka menengah adalah penyediaan ruang terbuka publik dan ruang terbuka hijau (RTH). Ruang-ruang ini tidak hanya menjadi sarana sosial, tetapi juga diharapkan mampu menekan angka kriminalitas di wilayah tersebut.
Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, menjelaskan bahwa penataan kota menjadi bagian penting dari perubahan yang ingin diwujudkan pemerintah daerah dalam empat tahun ke depan. Tujuan utamanya adalah menjadikan Kota Sorong sebagai kota modern, tertata, serta memiliki fasilitas publik yang ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Kita ingin Kota Sorong menjadi kota yang modern, smart, dan lebih canggih, dengan penataan kota yang bisa dinikmati masyarakat,” ujar Lobat, Senin (5/1/2026).
Ia menekankan pentingnya memperbanyak ruang terbuka publik dan RTH yang dapat diakses masyarakat, khususnya generasi muda. Menurutnya, ruang publik tidak hanya berfungsi sebagai tempat bersosialisasi, tetapi juga berdampak positif terhadap keamanan kota. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kota dengan banyak taman dan ruang terbuka cenderung memiliki tingkat kriminalitas yang lebih rendah.
Anak-anak muda yang memiliki ruang berekspresi dan tempat berkumpul dinilai lebih terarah pada aktivitas positif. “Kota yang memiliki banyak taman dan ruang terbuka umumnya lebih aman. Anak-anak muda punya tempat nongkrong yang sehat dan aman,” jelasnya.
Lobat juga menyebutkan meningkatnya kasus kriminalitas, termasuk aksi begal yang sempat terjadi di Kota Sorong. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena berdampak langsung pada rasa aman masyarakat dan citra kota. “Kalau kota tidak aman, orang takut datang ke Sorong. Ini berbahaya, termasuk bagi wisatawan dan aktivitas ekonomi,” katanya.
Menurut Wali Kota, keamanan kota berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kota yang aman akan mendorong aktivitas ekonomi hingga malam hari dan menciptakan lingkungan yang lebih produktif.
“Kalau kota aman, UMKM bisa hidup. Orang bisa keluar malam, ekonomi bergerak. Itu yang kita harapkan,” ujarnya.
Melalui penataan kota, pembangunan smart city, serta penyediaan ruang publik yang inklusif, Pemerintah Kota Sorong berharap dapat mewujudkan kota yang bersih, hijau, aman, sejahtera, dan mampu bersaing dengan kota-kota lain di Indonesia Timur.
Strategi Pembangunan Kota Sorong
Berikut beberapa strategi yang diterapkan oleh Pemkot Sorong dalam penataan kota:
-
Peningkatan Ruang Terbuka Publik:
Penyediaan area terbuka seperti taman, jalur pejalan kaki, dan ruang terbuka hijau untuk mendukung interaksi sosial dan keamanan kota. -
Pengembangan Smart City:
Penerapan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi layanan publik dan kualitas hidup warga. -
Peningkatan Keamanan:
Kombinasi antara penataan fisik kota dan pengawasan yang lebih ketat untuk mengurangi risiko tindak kejahatan. -
Dukungan Ekonomi Lokal:
Menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman agar UMKM dapat berkembang dan berkontribusi pada perekonomian kota. -
Partisipasi Masyarakat:
Melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan dan pembangunan kota agar hasilnya lebih inklusif dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Tantangan dan Harapan
Meskipun ada tantangan dalam proses penataan kota, Pemkot Sorong tetap optimis bahwa langkah-langkah yang dilakukan akan memberikan dampak positif jangka panjang. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku bisnis, Kota Sorong diharapkan menjadi contoh kota yang harmonis, modern, dan berkelanjutan.
Bagikan ke:
