Netanyahu tanda tangani perjanjian BOP. Foto: Istimewa.
Internasional, Adikarto – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, secara resmi mengumumkan bahwa Israel akan bergabung dengan Board of Peace (BoP), badan internasional yang dirancang untuk mengelola transisi keamanan dan rekonstruksi di Jalur Gaza. Keputusan bersejarah ini diambil setelah serangkaian pertemuan intensif antara kabinet perang Israel dengan utusan khusus Presiden AS, Donald Trump.
Poin-Poin Utama Kesepakatan Israel di BoP
Laporan dari The Jerusalem Post dan KAN News menyebutkan bahwa keikutsertaan Israel bukan tanpa syarat. Ada tiga poin utama yang menjadi dasar bergabungnya Israel:
- Hak Verifikasi Keamanan: Israel menuntut hak untuk melakukan verifikasi mandiri terhadap proses demiliterisasi di Gaza. Israel tidak akan menarik seluruh pasukannya sebelum BoP mampu menjamin bahwa sistem terowongan dan gudang senjata Hamas telah sepenuhnya dinetralkan.
- Kontrol Perbatasan (Buffer Zone): Israel tetap akan mengendalikan koridor keamanan di sepanjang perbatasan Gaza-Mesir (Koridor Philadelphi) dalam jangka waktu tertentu, meskipun operasional harian diserahkan kepada International Stabilization Force (ISF).
- Veto terhadap Personel Asing: Israel mengajukan persyaratan agar negara-negara yang menyumbangkan pasukan ke dalam ISF harus melalui mekanisme koordinasi ketat dengan IDF (Israel Defense Forces) guna mencegah infiltrasi intelijen dari pihak lawan.
Motivasi Politik di Balik Keputusan Netanyahu
Analis politik internasional dari The Times of Israel menyebutkan bahwa langkah Netanyahu ini merupakan bagian dari upaya untuk meredakan ketegangan dengan Washington. Donald Trump sebelumnya telah memberikan peringatan keras bahwa dukungan militer dan diplomatik AS akan bergantung pada kesediaan Israel untuk mengakhiri konflik melalui kerangka kerja Board of Peace.
Dengan bergabungnya Israel, BoP kini memiliki legitimasi penuh untuk menjalankan rencana “20 Butir Perdamaian Gaza”. Namun, hal ini juga memicu kemarahan dari kelompok sayap kanan dalam koalisi pemerintahan Netanyahu yang menolak penyerahan kontrol Gaza kepada pihak internasional.
Agenda KTT Washington 19 Februari
Masuknya Israel ke BoP memastikan bahwa Netanyahu akan hadir dalam KTT Washington pada 19 Februari 2026. Di sana, ia akan duduk satu meja dengan para pemimpin negara-negara kontributor pasukan (termasuk negara-negara dari kawasan Asia dan Arab) untuk menentukan peta jalan penarikan pasukan IDF dari zona-zona pemukiman sipil di Gaza.
Bagikan ke:
