Penemuan Pesawat ATR 42-500 yang Hilang Kontak
Pada hari Sabtu, 17 Januari 2026, pesawat ATR 42-500 menghilang dari radar dan menimbulkan kekhawatiran besar terhadap keselamatan penumpang dan kru. Namun, pada hari Minggu (18/1/2026), tim Basarnas berhasil menemukan lokasi pesawat tersebut. Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengungkapkan bahwa penemuan ini dilakukan setelah beberapa jam pencarian intensif.
Pukul 07.33, petugas Basarnas menggunakan helikopter untuk melakukan pengintaian di area Bukit Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Dalam proses tersebut, mereka melihat serpihan jendela pesawat yang tergeletak di puncak bukit. Setelah diperiksa lebih lanjut, tim darat mengonfirmasi bahwa serpihan tersebut berasal dari pesawat yang telah hancur.
“Pasukan darat menemukan badan pesawat dan dalam proses identifikasi lebih lanjut,” ujar Andi Sultan dalam pernyataannya. Proses identifikasi ini sangat penting untuk memastikan apakah semua penumpang dan kru telah ditemukan atau belum.
Direktur Utama Indonesia Air Transport (IAT), Tri Adi Wibowo, memberikan informasi terkini tentang jumlah kru pesawat. Menurutnya, ada tujuh orang yang berada di dalam pesawat tersebut. “Saya menginformasikan, dari PT IAT klarifikasi bahwa kru yang on board ada 7,” kata dia dalam konferensi pers di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Sabtu malam.
Ketujuh anggota kru tersebut adalah Kapten Andy Dahananto, Muhammad Farhan Gunawan, Restu Adi, Dim Murdiono, serta tim kabin yang terdiri dari Florencia Lolita dan Esther Aprilia. Mereka semua memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan penerbangan.
Selain kru pesawat, terdapat tiga orang pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang turut terbang dalam pesawat tersebut. Mereka adalah Ferry Irawan, Analis Kapal Pengawas dengan pangkat Penata Muda Tingkat 1; Deden Mulyana, Pengelola Barang Milik Negara dengan pangkat Penata Muda Tingkat 1; serta Operator Foto Udara, Yoga Naufal. Ketiganya juga memiliki tanggung jawab masing-masing dalam operasional penerbangan.
Cerita Pilu Keluarga Pegawai KKP yang Hilang Kontak
Kejadian ini tidak hanya menjadi kabar duka bagi keluarga para kru pesawat, tetapi juga bagi keluarga dari tiga pegawai KKP yang ikut dalam penerbangan. Mereka masih menunggu kabar terbaru dari tim penyelamat dan harapan untuk bisa segera mengetahui nasib orang-orang tercinta mereka.
Proses pencarian dan identifikasi terus berlangsung, dengan harapan semua korban dapat ditemukan dan diberi perlindungan yang layak. Tim Basarnas dan pihak terkait tetap bekerja keras untuk memastikan bahwa setiap langkah yang diambil dapat membantu mempercepat proses evakuasi dan pemulihan kondisi para korban.
Bagikan ke:
