
Sebagai seseorang yang saat ini menekuni genre ini, saya sendiri juga tidak bisa mendefinisikan dengan detail bagaimana karya seni dengan teknik ini bisa diterima sebagai ‘seni’.
Tidak ada teori yang jelas tentang pertanyaan-pertanyaan di atas. Jika kita membuka google dan mencari tentang scribble, hasil yang kebanyakan muncul adalah mengenai coretan yang tidak beraturan. Hal itu karena sebenarnya scribbling merupakan tahap menggambar pada anak usia 2-3 tahun menurut Viktor Lowenfelt & Lambert Brittain dalam buku Creative & Mental Growth tahun 1970. (File UPI, 2019)
Karena tidak ada yang mengetahui bagaimana seluk beluk seni menggambar menggunakan teknik scribble ini, maka seniman pun bebas untuk menciptakan scribblenya sendiri. Seni scribble diperkirakan muncul di Indonesia pada akhir 2013 ke awal 2014. Sebenarnya scribble merupakan salah satu teknik seni rupa, namun kini banyak orang yang mengistilahkan scribble sebagai jenis seni rupa.
Banyak seniman di Indonesia yang telah menggunakan scribble sebagai teknik seni yang mereka gunakan. Salah satu perupa seni scribble yang terkenal di Indonesia adalah Khoirul Anwar atau lebih dikenal sebagai Karikatoer. Dari dunia digital, masyarakat banyak mengenal Erwin Saputra sebagai perupa scribble.
Seni scribble sendiri tidak memiliki kriteria khusus seperti seni-seni kontemporer lainnya. Scribble bersifat bebas, artinya siapa saja bisa menyebut karya seninya dengan nama scribble asalkan coretan yang digunakan adalah coretan yang tidak beraturan. Meskipun digambar dengan coretan tidak beraturan, bukan serarti seni scribble kehilangan keartistikannya. Justru, menggunakan teknik scribble harus diiringi dengan estetika pada setiap coretannya sehingga ketidakberaturan tersebut akan menjadi sebuah harmoni yang sempurna.
Seperti kebanyakan karya seni, scribble bisa diaplikasikan pada media apapun dan menggunakan teknik apapun. Cara menggambar scribble dibedakan menjadi 2, yaitu scribble kontemporer dan scribble digital. Scribble kontemporer tentu yang kebanyakan kita tahu, adalah menggambar scribble di media seperti kertas atau kanvas menggunakan tangan dengan alat seperti tinta, spidol, pulpen dan semacamnya. Sementara itu, scribble digital dilakukan pada media gambar digital atau lebih mudahnya kita sebut aplikasi menggambar digital. Banyak sekali aplikasi menggambar yang dapat digunakan oleh perupa digital. Berikut adalah contoh aplikasinya :
1. Sketchbook
2. Bamboo Paper
3. Adobe Illustrator Draw
4. How to Draw Cartoons
5. Ibis Paint K
6. Drawing Desk
7. Art Flow
8. Pics Art
9. Paper Draw
10. Sketch – Draw & Paint
Begitu banyak aplikasi yang digunakan oleh perupa digital untuk menggambar, tapi Autodesk Sketchbook adalah aplikasi yang menurut saya paling mudah digunakan. Selain mudah, fitur yang ditawarkan juga sangat beragam.
Sketchbook, dengan author Autodesk. Ini adalah software baru untuk para profesional yang tersedia di Android Market untuk para pengguna smartphone dan tablet berbasis Android. Aplikasi digital ini diklaim untuk gambar dan lukis tingkat profesional yang menawarkan peralatan sketsa yang sangat lengkap. Aplikasi ini menggunakan mesin yang sama dengan perangkat lunak desktop Autodesk SketchBook Pro.
Gabungan dari peralatan digital berkualitas tinggi seperti pensil, pena, spidol dan airbrush, serta segala peralatan yang lengkap sesuai gestur sang seniman, membantu memungkinkan pengguna untuk menangkap ide-ide mereka sebagai sketsa informal secara cepat atau menghasilkan karya seni di manapun mereka berada. Singkatnya, siapapun bisa menggunakan Sketchbook dalam keadaan apapun, selagi mereka mambawa androidnya.
Aplikasi ini memiliki logo sebuah pensil dengan background berwarna oranye. Pengguna dapat memiliki akun sendiri di dalam Sketchbook seperti layaknya platform media sosial. Atau bisa juga tanpa mendaftarkan diri di Sketchbook dan hanya menggunakan aplikasinya untuk menggambar.
Selain digunakan untuk membuat scribble, aplikasi ini dapat digunakan untuk membuat seni-seni kontemporer seperti melukis dan membuat sketsa. Tentunya secara digital. Bagi seniman yang ingin lebih menghemat tinta, menggambar menggunakan aplikasi adalah jalan terbaik karena ketika karya sudah jadi dengan warna-warna pilihan yang dibuat, dapat langsung dicetak. Menghemat budget untuk pembelian tinta, bukan?
Jenis dan Teknik Scribble

Seperti yang telah saya jelaskan di awal bahwa tidak ada teori yang secara khusus menyebutkan tentang seni scribble, maka tidak ada pula jenis scribble sesuai teori yang ada. Namun bukan berarti kita tidak bisa membedakan gaya dan jenis scribble. Kita bisa membedakan jenis scribble menurut medianya. Seperti yang sudah sedikit kita bahas di awal, bahwa teknik scribble ada dua berdasarkan media yaitu scribble manual dan scribble digital.
Dalam scribble digital, dapat dibedakan lagi sesuai dengan pemberian warnanya. Tentunya yang berwarna disebut dengan scribble warna, sedangkan scribble dengan satu warna disebut dengan scribble one color. Karena tidak ada teori yang dengan jelas menerangkan tentang ini, maka siapapun bisa menyebut scribble warna dengan istilah lain dan scribble one color dengan istilah lain juga.
Sebelum memulai menggambar scribble, ada baiknya jika kita mengenali dulu bagaimana style scribble kita. Atau cara kita memberikan coretan. Beberapa seniman memiliki gayanya sendiri untuk menggores. Walaupun scribble berbasic coretan bebas, tapi kita harus memiliki gaya sendiri supaya menikmat dapat mengenali siapa pemilik coretan ini. Untuk lebih memudahkan diri kita mengenali coretan bagaimana yang cocok untuk kita buat, tidak salah rasanya untuk memgenali bagaimana karakter diri kita.
Contoh goresan yang biasa digunakan untuk seni scribble adalah sebagai berikut :
1. Coretan Garis
Coretan ini seperti teknik arsir pada sketsa umum. Garisnya tegas dan menunjukkan keyakinan. Coretan ini dapat berupa garis bolak balik atau garis searah. Coretan seperti ini memberikan karakter coretan yang terkesan kuat, penuh keyakinan dan ketegasan.
2. Coretan Bulat
Coretan seperti ini umumnya digunakan untuk memenuhi bidang setelah kita membuat sketsa. Namun teknik coretan ini dapat juga kita gunakan pada sebuah scribble. Coretan bulat menggambarkan sebuah kesabaran dan terkesan memiliki karakter yang rapi.
3. Coretan Spiral
Coretan spiral hampir sama bentuknya seperti coretan bulat, hanya saja jarak antar bulatannya lebih renggang. Coretan semacam ini sering dipadukan dengan garis tegas untuk memebuat sebuah keseimbangan. Spiral menunjukkan karakter yang kreatif dan segar serta penuh ide.
4. Coretan S
Seperti namanya, coretan ini memiliki pola membentuk huruf S. Tapi pada pengaplikasiannya tidak terlalu terdeteksi sebagai sebuah huruf S, karena kebanyakan seniman akan memodifikasinya. Karakter coretan ini adalah menunjukkan sebuah keindahan.
5. Coretan Keris
Melihat sebuah keris, tentu kita membayangkan lekukan-lekukannya. Coretan keris membentuk seperti ujung keris dimana lekukannya berada pada satu garis. Dalam pengaplikasiannya, dapat menjadi berbagai garis tidak hanya satu garis. Coretan keris tidak beda jauh karakternya dengan coretan S, hanya saja lebih menunjukkan kesan rapi.
6. Coretan Cakar
Bentuknya yang menyerupai jejak kaki unggas membuat coretan jenis ini terlihat lebih tidak beraturan lagi. Namun jika seniman memiliki ciri khas dan harmonisasi khusus untuk membuat scribble dengan teknik ini, gambarnya akan terlihat lebih elegan tentunya.
7. Coretan Acak
Coretan ini biasanya digunakan oleh seniman yang sudah terbiasa menggambar scribble. Pemula juga bisa menggunakan teknik ini sebagai eksplorasi atas segala ide yang ada di dalam dirinya. Coretan acak tidam membantuk suatu pola tertentu namun tetap dapat dilihat keindahannya. Seniman cenderung bebas meenggunakan teknik coretan manapun untuk membuat sebuah scribble.
Pencahayaan
Seperti halnya menggambar sebuah objek, sebuah karya scribble perlu memperhatikan pencahayaan objek tersebut. Hal ini dimaksudkan supaya gambar yang kita buat terlihat lebih realistis. Teknik pencahayaan untuk sebuah gambar yang di dapat dari foto dapat dilakukan dengan menurunkan kecerahan gambar sehingga kita dapat melihat dengan jelas bayangan yang dibentuknya.
Sebelum memulai menggambar, kuta harus menentukan kira-kira darimana arah sumber cahaya dari gambar tersebut. Sehingga kita dapat menentukan juga kira-kira seperti apa pembentukan bayangan yang tepat dan di mana bayangan tersebut terdapat.
Pada scribble dengan satu warna, seniman dapat memberikan efek bayangan atau permukaan lebih cekung dengan menumpuk beberapa garis sehingga bagian tersebut terlihat lebih gelap.
Untuk bagian yang lebih terang, usahakan tidak terlalu memberi banyak garis sehingga bagian tersebut tetap mempertahankan efek terangnya.
Siapapun bisa berkarya dengan seni scribble. Seperti halnya sebuah coretan, scribble memperluas kemungkinan untuk siapapun bisa menggambar dengan gaya mereka sendiri.
Bagikan ke:
