Dikira Alien Nordik Pengawal Kerajaan, Siapa Sebenarnya Sosok Misterius di Samping Donald Trump?

Editorial Summary

  • Serangkaian foto yang mengklaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertemu dengan figur misterius mirip manusia di Gedung Putih memicu gelombang teori kononspirasi di berbagai media sosial pada Minggu, (14/6/2026).
  • Mereka merujuk pada dokumentasi lama kunjungan Raja Harald V dan Ratu Sonja ke Gedung Putih pada 15 Mei 2018 yang pernah dipublikasikan media asing.
  • Salah satu akun di platform X menuliskan narasi spekulatif, “Sebuah foto bocoran Presiden Trump bertemu dengan figur tak dikenal menjadi viral di saat orang-orang mencoba mencari tahu siapa mereka sebenarnya.”
Amerika Donald Trump fakta alien Gedung Putih internasional Presiden Amerika Serikat Donald Britania Raya Presiden China Xi Jinping

Serangkaian foto yang mengklaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertemu dengan figur misterius mirip manusia di Gedung Putih memicu gelomba…

– Dikira Alien Nordik Pengawal Kerajaan, Siapa Sebenarnya Sosok Misterius di Samping Donald Trump? https://adikarto.com/foto-donald-trump-bersama-alien-nordik-di-gedung-putih/ GLOBAL, — Serangkaian foto yang mengklaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertemu dengan figur misterius mirip manusia di Gedung Putih memicu gelombang teori kononspirasi di berbagai media sosial pada Minggu, (14/6/2026). F Miftah Firdaus Global
Foto yang memperlihatkan Presiden AS Donald Trump bersama figur misterius, Alien Nordix berambut platinum, sebuah narasi rekayasa digital yang menyebar di lini masa pada Juni 2026. Foto: @mpopv / X.

GLOBAL, — Serangkaian foto yang mengklaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertemu dengan figur misterius mirip manusia di Gedung Putih memicu gelombang teori kononspirasi di berbagai media sosial pada Minggu, (14/6/2026).

Narasi liar tersebut berkembang cepat setelah gambar digital itu dibuat oleh oknum digital dan tersebar luas, yang menampilkan spekulasi keberadaan makhluk luar angkasa (extraterrestrial).

Gambar yang beredar memperlihatkan Donald Trump berdiri bersama tiga figur berkulit pucat, berambut putih-platinum panjang, dan mengenakan pakaian militer berwarna merah cerah menyerupai seragam redcoat militer Britania Raya.

Tidak hanya menyasar Trump, dokumen digital serupa juga beredar dengan menampilkan Presiden China Xi Jinping bersama ketiga figur misterius tersebut.

Berdasarkan penelusuran fakta dan konfirmasi para pakar komunikasi digital, seluruh rangkaian foto tersebut dipastikan sebagai hoaks hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Hasil Deteksi AI dan Awal Mula Penyebaran

Kehebohan di jagat maya memuncak setelah jurnalis Jon Stewart secara jenaka mengklaim bahwa foto-foto tersebut sempat diunggah secara resmi di internet sebelum akhirnya dihapus secara cepat.

Langkah ini memicu spekulasi dari kalangan penganut teori konspirasi bahwa ada upaya terstruktur dari otoritas pemerintah untuk menyembunyikan bukti pertemuan tersebut.

Pakar kewirausahaan sekaligus komentator media sosial, Mario Nawfal, segera memberikan klarifikasi melalui platform X terkait misinformasi ini. Mario Nawfal menegaskan bahwa gambar tersebut murni hasil buatan AI dan bukan merupakan dokumentasi dari sebuah peristiwa nyata.

“Kelompok kononspirasi langsung mempercayai cerita alien Nordik sepenuhnya. Meme sedang menguasai lini masa,” tulis Mario Nawfal melalui akun X resminya.

Perdebatan publik sempat menajam karena beberapa alat pendeteksi gambar AI memberikan hasil yang tidak konsisten dan memiliki tingkat keyakinan rendah (low confidence).

Saat diuji melalui salah satu instrumen pemindaian AI, foto Donald Trump memunculkan indikator 97% asli, namun secara bersamaan diklasifikasikan sebagai hasil suntingan digital.

Gambar alternatif Trump lainnya memunculkan angka 86% asli. Sementara itu, foto tiruan yang melibatkan Presiden Xi Jinping menunjukkan hasil 76% asli, meskipun sistem tetap menandainya sebagai objek yang telah dimanipulasi.

Platform obrolan pintar Grok juga menegaskan bahwa materi visual yang beredar merupakan klip hoaks buatan AI.

Teori Konspirasi dan Upaya Pembandingan Fakta

Meskipun belum ada konfirmasi resmi dari pihak Gedung Putih mengenai peredaran gambar ini, komunitas digital terbagi ke dalam beberapa sudut pandang. Sebagian pengguna internet sempat berspekulasi bahwa figur-figur tersebut merupakan delegasi resmi dari pengawal kerajaan Norwegia (Norwegian royal guards).

Mereka merujuk pada dokumentasi lama kunjungan Raja Harald V dan Ratu Sonja ke Gedung Putih pada 15 Mei 2018 yang pernah dipublikasikan media asing. Namun, argumen tersebut langsung dibantah oleh pengguna lain yang menilai karakteristik visual pengawal di dalam foto viral sama sekali tidak menyerupai seragam maupun fisik asli dari korps pengawal seremonial Norwegia.

Di sisi lain, akun-akun berbasis konspirasi mengaitkan struktur fisik figur tersebut dengan legenda lama mengenai “alien Nordik”, makhluk reptilian, hingga teori “Volturi” dari fiksi populer Twilight.

Salah satu akun di platform X menuliskan narasi spekulatif, “Sebuah foto bocoran Presiden Trump bertemu dengan figur tak dikenal menjadi viral di saat orang-orang mencoba mencari tahu siapa mereka sebenarnya.”

Akun konspirasi lain bahkan mengklaim secara sepihak bahwa “Trump telah bertemu dengan mereka secara tertutup untuk memfasilitasi transisi menuju Hyperborea.”

Kaitan dengan Dokumen Rahwa UFO Pemerintah AS

Meluasnya penyebaran hoaks visual ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya minat publik terhadap isu fenomena udara tidak teridentifikasi (unidentified anomalous phenomena/UAP).

Hal ini dipicu oleh momentum deklasifikasi atau pembukaan akses sejumlah dokumen rahasia militer dan intelijen pemerintah Amerika Serikat terkait laporan penampakan objek terbang tidak dikenal (UFO).

Arsip publik yang baru dirilis tersebut mencakup laporan fenomena historis, seperti dokumentasi foto permukaan bulan pada misi Apollo 12 tahun 1969 dan transkrip percakapan astronaut Apollo 17 pada tahun 1972 yang menggambarkan objek aneh di dekat bulan.

Dokumen lawas lain yang dideklasifikasi mencakup laporan internal Korps Angkatan Udara AS (US Air Force) dari periode Desember 1947 dan November 1948 mengenai investigasi piringan terbang.

Dokumen modern yang turut memicu diskusi publik adalah laporan insiden tahun 2023, di mana sejumlah tim penegak hukum federal AS menyaksikan bola-bola bercahaya jingga di langit yang melepaskan objek-objek merah berukuran lebih kecil.

Meski dokumen-dokumen resmi pemerintah tersebut valid dan memicu diskusi ilmiah terkait ruang angkasa, otoritas keamanan menegaskan tidak ada satu pun bukti autentik yang menghubungkan dokumen deklasifikasi tersebut dengan foto rekayasa AI Donald Trump yang beredar di media sosial belakangan ini.

Peristiwa ini menjadi alarm bagi komunitas global mengenai bagaimana teknologi kecerdasan buatan dapat digunakan secara masif untuk merekayasa disinformasi politik yang menyasar para pimpinan negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *