
Kabar, — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan optimisme tinggi terhadap ketahanan ekonomi nasional di tengah berbagai isu miring yang mengepung pasar. Menjelang keberangkatannya untuk menunaikan ibadah haji pada 21 Mei 2026, Bendahara Negara ini membawa pesan tegas dari Presiden Prabowo Subianto bahwa kondisi fiskal Indonesia dalam posisi yang sangat aman.
Menkeu Purbaya menyatakan bahwa Indonesia kini mulai meninggalkan pola pertumbuhan ekonomi yang stagnan. Berdasarkan rujukan data terbaru, ekonomi Indonesia mencatat akselerasi signifikan dengan pertumbuhan 5,39% pada kuartal IV 2025 dan melonjak menjadi 5,61% pada kuartal I 2026.
“Kalau saya bilang, kita sudah keluar dari kutukan pertumbuhan 5%, kan sudah dua triwulan 5,39%, 5,61%. Kita harapkan ke depan makin cepat, makin cepat, makin cepat. Kita akan jaga momentum pertumbuhan yang ada,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Meski asumsi pertumbuhan ekonomi dalam APBN 2026 dipatok pada angka 5,4%, Menkeu optimistis angka tersebut bisa ditembus hingga mendekati 6% pada akhir tahun. Strategi yang dijalankan pemerintah dinilai mulai membuahkan hasil nyata dalam mendorong kecepatan laju ekonomi nasional.
Pesan Presiden Prabowo: Uang Banyak, Rakyat Jangan Takut
Menkeu Purbaya secara khusus menyampaikan amanat langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk menenangkan spekulasi masyarakat dan pelaku pasar. Ia membantah keras anggapan bahwa Indonesia sedang menuju krisis ekonomi serupa tahun 1998.
“Tadi Pak Presiden juga bilang sama saya, suruh sampaikan pesan bahwa, ‘uang saya cukup, duitnya banyak, jadi anda enggak usah takut’,” ungkap Purbaya mengutip pernyataan Presiden.
Ia menambahkan bahwa ketakutan yang muncul di masyarakat seringkali dipicu oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Purbaya menekankan bahwa program-program pemerintah telah terbukti mampu menjaga roda ekonomi tetap berputar kencang, tercermin dari angka pertumbuhan 5,61% yang melampaui ekspektasi banyak pihak.
Diversifikasi Global: Panda Bonds dan De-Dolarisasi
Sebagai langkah strategis memperkuat nilai tukar Rupiah yang saat ini berada di level Rp 17.424 per dolar AS, pemerintah akan melakukan diversifikasi instrumen utang. Indonesia berencana menerbitkan Panda Bonds di pasar China untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat.
“Untuk memperkuat nilai tukar, kami juga akan menerbitkan bond dalam Panda Bonds di China dengan bunga yang lebih rendah, sehingga kita tidak tergantung terlalu banyak ke dollar lagi,” jelas Purbaya.
Senada dengan hal tersebut, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan bahwa nilai tukar Rupiah saat ini berada dalam kondisi undervalued. BI meyakini bahwa dengan fundamental ekonomi yang kuat, inflasi yang rendah, serta cadangan devisa yang kokoh, Rupiah akan segera kembali stabil dan menguat.
Strategi Likuiditas Tanpa Tambahan Anggaran
Salah satu “keajaiban” strategi fiskal yang diungkapkan Purbaya adalah kemampuan mendorong ekonomi tanpa perlu menambah modal atau anggaran baru. Pemerintah fokus pada pengelolaan likuiditas dengan mengalihkan dana dari Bank Indonesia ke sistem perbankan agar lebih produktif bagi dunia usaha.
“Artinya saya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa modal,” ucapnya. Ia memastikan bahwa perbankan memiliki likuiditas yang cukup sehingga pelaku usaha dapat mengakses pembiayaan dengan mudah untuk melakukan ekspansi.
Respons Terhadap Isu PHK dan Industri
Menanggapi kabar potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah sektor industri, Menkeu Purbaya berjanji akan mempelajari data tersebut secara lebih mendalam dan objektif. Menurutnya, fenomena jatuh-bangun sebuah perusahaan adalah hal normal dalam kompetisi bisnis.
“5 jatuh, ada yang bangkit enggak? Anda kan enggak lihat kan perusahaan yang baru berapa? Tahu enggak jumlahnya berapa? Jadi kita mesti lihat itu untuk lebih balance-nya,” tutur Purbaya.
Pemerintah juga sedang menyiapkan stimulus khusus bagi industri otomotif hingga tekstil. Untuk industri tekstil, pemerintah tengah mengupayakan perjanjian perdagangan dengan Amerika Serikat agar tarif ekspor bisa ditekan hingga nol persen.
Menutup keterangannya, Purbaya mengajak masyarakat untuk menjaga sentimen positif dan tidak terus-menerus memberikan narasi negatif terhadap kondisi fiskal nasional. “Kita harapkan ke depan makin cepat, kita akan jaga pertumbuhan yang ada. Namun teman-teman juga bantu doain, jangan dijelek-jelekin terus,” pungkasnya.

Pemimpin Redaksi Adikarto.com. Mendedikasikan diri untuk mengelola gagasan, menjaga kedaulatan narasi, dan bertanggung jawab mengawal arah diskursus literasi yang utuh, dialektis, dan objektif dengan kedalaman perspektif.
